Tujuan Hidup
Masing-masing dari kita pasti pernah berpikir tentang kehidupan ini, misalnya tentang mengapa manusia diciptakan Allah SWT dengan mulia? Ya, karena sebaik-baiknya ciptaan itu adalah manusia. Berbeda dengan hewan, manusia memiliki akal untuk berpikir sekaligus berbudaya, sedangkan hewan tidak. Itu yang membedakan kita (manusia) dengan ciptaan Allah SWT lainnya.
Manusia pun tidak dapat hidup tanpa bantuan sesamanya. Hal ini diistilahkan, manusia disebut sebagai mahkluk sosial. Namun dengan berbagai kelebihan tadi, terkadang manusia tidak menyadari bahwa sebenarnya ia dilahirkan di dunia ini adalah sebagai mahkluk sempurna dan orang-orang pilihan. Manusia kadang juga tidak perduli dengan sesamanya, contohnya apabila ada salah seorang teman mengalami kesusahan, yang lainnya justru mengabaikannya. Hal ini sangat mungkin terjadi di dunia pekerjaan dan dunia persahabatan. Pengabaian ini dapat menyebabkan kerusakan-kerusakan dan pertengkaran-pertengkaran yang justru merugikan kedua belah pihak.
Maka dari itu, janganlah kita menjadi orang yang egois, yaitu sikap mementingkan diri sendiri dibandingkan kepentingan orang lain, karena sikap yang demikian tersebut dapat menjadikan orang lain kecewa.
Jadilah orang yang peduli terhadap orang lain, karena dengan sikap dan kepedulian kita tersebut, dapat menjadikan nyaman dalam hidup bermasyarakat atau boleh jadi kita akan lebih disenangi oleh masyarakat di sekitar tempat tinggal kita.
Orang yang memiliki sikap rendah hati akan menyadari bahwa ia merupakan mahkluk yang lemah dan senantiasa membutuhkan pertolongan dari Dzat Yang Maha Besar dan Maha Tinggi. Di dalam hati orang yang memiliki sikap rendah pasti akan merasa nyaman dan tentram, karena ia akan senantiasa mendapat rahmat dan karunia dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Tak ada yang lain selain itu, pilihan baik dan buruk pun sebenarnya mencerminkan kita beribadah kepada Allah SWT atau tidak. Untuk itu marilah kita selalu lebih memahami Tujuan Hidup, yaitu beribadah kepada Allah SWT dan menjauhi laranganNYA, cuma dua pilihan itu saja. Karena HIDUP ADALAH PILIHAN (The Life is choice between good or bad).
Ya Allah, ajari aku untuk mengasihi sesama, ampuni hamba yang ternyata masih jauh akan sikap rendah hati.

February 23, 2010 - 1:59 pm
Huks adem sekali rasanya membaca artikel ini setelah postingan-postingan sebelumnya membahas masalah keduniawian
Tengkyu Om sudah mengingatkan
Balas
February 23, 2010 - 2:29 pm
Ya, hny dua sisi, ‘gelap atau terang’… ‘fujuraha… wa taqwaha…’
Balas
February 23, 2010 - 2:52 pm
bener kak dhod, adem baca tulisan yang satu ini.
btw, makasih nih tuk yang posting tulisan ini cz pengingatnya sangat berarti sekali
Balas
February 23, 2010 - 5:00 pm
Hidup adalah pilihan …. wuiihhh LIKE THIS
Moga kita menjadi orang-orang yang tepat menentukan pilihan hidup kita, amien.
Makasih banyak om
Balas
February 23, 2010 - 6:53 pm
semoga hidup kita di dunia ini mendapat ridho dan rahmatnya
Balas
Iman menanggapi:
February 23rd, 2010 at 10:20 pm
Amien kang
Balas
February 24, 2010 - 8:57 am
Balas
February 24, 2010 - 11:30 pm
@all: terima kasih atas kunjungannya, namun jangan lupa kunjungi teman-teman yang lainnya ya.. Kita kan dibawah 1 atap deblogger yang terkenal ramah tamah dan silahturahminya
Balas
February 26, 2010 - 4:50 pm
Makasih tausiyahnya kekasihku *halah*
Balas