Jejaring Sosial dan 4 Tips Sederhana Bagi Para Orang Tua
Cukup membuat saya sedikit tersenyum melihat berita yang seakan tak kunjung reda seputar Facebook yang memakan korban anak remaja dan beberapa kasus turunannya, yang juga seakan-akan ingin menyampaikan pesan bahwa internet bukan sebuah media yang positif (lihat saja, hampir gak ada dampak positif internet yang dipublikasikan media TV khususnya saluran berita).
Mengapa tersenyum?? pertama karena sampai sekarang saya juga belum mengerti apa tujuan dari stasiun televisi yang menggembar-gemborkan berita yang tidak seimbang ini, kedua karena ini merupakan bukti bahwa dunia internet sudah sedemikian rupa membawa pengaruh yang nyata kepada kehidupan masyarakat luas di Indonesia hanya sayangnya kenapa hanya pengaruh negatif yang diangkat ke publik, ketiga karena semakin di-blowup nya berita-berita mengenai kasus sejenis maka semakin terlihat bahwa ada pola asuh/pendidikan yang salah yang diterapkan oleh sekolah sebagai lembaga pendidikan dan oleh orangtua sebagai individu yang pertama kali membentuk karakter dan nilai serta norma yang dipegang oleh anak-anak (dalam hal ini anak-anaknya sebagai korban dan pelaku), sehingga kasus-kasus seperti ini bisa terjadi.
Maka dalam tulisan kali ini saya akan mencoba memberikan beberapa cara yang bisa diterapkan oleh sekolah dan orang tua dalam mendidik anak-anaknya supaya terhindar dari perilaku negatif yang secara “kebetulan” difasilitasi oleh media jejaring sosial seperti Facebook (masih ada yg lain seperti twitter, plurk, dll):
- Buatlah akun di media yang sama, ya karena jaman sudah berubah, bukan jamannya lagi kita melarang penggunaan media-media yang sebetulnya juga membawa dampak positif yang besar terhadap kehidupan penggunanya (bila digunakan dengan benar dan wajar).
- Jadilah teman anak-anak Anda di media yang sama, dengan Anda menjadi temannya secara langsung Anda juga bisa mengawasi apapun yang dilakukannya di media tersebut, atau bahkan Anda bisa menjalin komunikasi yang mungkin selama ini terhambat (bila Anda termasuk orangtua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan Anda). Dan bagi pihak sekolah, dengan mewajibkan seluruh siswanya yg memiliki akun fesbuk menjadi teman dari akun sekolah akan menjadikan “rem” tersendiri bagi siswa untuk melakukan hal-hal negatif di media tersebut.
- Gunakan media tersebut sebagai salah satu sarana pembelajaran, bukan tidak mungkin di jaman seperti sekarang ini seorang guru memberikan tugas dalam bentuk apapun melalui media jejaring sosial (membuat siswa/anak Anda menjadi sibuk menggunakan media tersebut untuk melakukan tugas yang Anda berikan, tanpa membuat mereka merasa terbebani karena pada dasarnya media ini telah mereka senangi sebelumnya), karena begitu lengkapnya fitur jejaring sosial mulai dari mengupload gambar, membuat catatan, dll.
- Belajarlah menerima perubahan jaman, khususnya dalam dunia teknologi informasi karena saat ini begitu banyak media jejaring sosial bermunculan dan pola komunikasi pun telah berubah, sekarang gak hanya sms atau telepon, tapi twitter, FB, dan media2 online lain sudah bisa digunakan sebagai fasilitas janjian yang tampaknya belum terjamah oleh mayoritas orangtua untuk memantau anaknya. Oleh karena itu teruslah belajar mengenai perkembangan teknologi informasi, demi kebaikan siswa/anak Anda.
semoga beberapa tips sederhana di atas menggugah para orangtua untuk mencari tahu dan belajar mengenai perkembangan teknologi informasi yang sebenarnya dibuat dan diciptakan untuk memudahkan urusan manusia, namun kita juga harus sadar segala sesuatu juga memiliki dampak negatif, dan pelarangan ataupun pemblokiran bukanlah satu-satunya jalan keluar untuk mengawasi Anak/siswa Anda, namun pendekatan yang tepatlah yang sebetulnya lebih efektif dalam mengawasi mereka.
PS: tulisan ini sebelumnya dipublikasi di blog pribadi penulis
Ferdias Ramadoni, Direktur Marketing dari BiangWeb dan merupakan pengasuh blog Ramadoni.com, Seorang WebDeveloper dan Entrepreneur muda yang senantiasa ingin berbagi dengan lingkungan sekitar di setiap kesempatan yang ada, jangan ragu untuk menghubunginya di email f.ramadoni@gmail.com

February 26, 2010 - 10:20 am
Pertamaxxxxxx *nggak penting langsung dipentung*
Kadang media memang nggak adil …
Wah nasihat Opa Doni sebagai orang tua yang berpengalaman memang sangat mengena. Sangat bermanfaat buat kami2 yang masih muda
*kabur ke timbuktu*
Balas
February 26, 2010 - 10:31 am
sudahlah sesama “orang tua” gak boleh saling menuakan
kabur
Balas
February 26, 2010 - 12:34 pm
bisa jadi pelajaran penting klo udah punya anak.. berarti untuk mengaplikasikan ilmunya dhoni, yang penting adalah punya anak duluuuuuu…
Balas
February 26, 2010 - 1:14 pm
good inpo
Balas
March 15, 2010 - 6:57 pm
Iya nihh,, ko berasa tua n dah punya anak remaja yahh jadinya
.. hehe
btw nice posting Don
Balas
April 10, 2010 - 11:32 am
Gua mau curhat dari sisi orang tua
Anak2 sekarang jago2 loh
kemaren temen bokap curhat dia pengen liat kegiatan FB anaknya
da bikin account FB trus add anaknya ternyata ga di approve ama anaknya
gua kasih saran bikin fake ID, add temen2 anaknya biar ada common friends trus baru add anaknya…
ternyata dia bisa tau dan langsung di block accountnya
Jadi ada ide lain ga buat mantau anak2 yang memblok diri dari orang tua??
Balas
February 24, 2011 - 9:48 am
Selaku Orang tua saya sangat berterimakasih dengan tips dan Comment diatas.
Balas