Tradisi Membaca

June 16, 2010

Menelaah Tradisi Membaca Terjemah Al-Qur’an, saat ini. Beberapa minggu yang lalu sebuah angket yang dibuat oleh perpustakaan Islam belum lama ini, “Pernahkah Anda membaca khatam terjemahan ayat-ayat suci Al-Qur’an (sebanyak 30 juz)” ?

Sebagian besar pengisi angket, rata-rata menjawab “TIDAK“. Tradisi Membaca Al-Qur’an berikut artinya (terjemahannya) memang masih terasa asing di rumah-rumah muslim. (scenic) Pastinya, tidak ada orang yang di setiap ba’da Maghrib membaca Al-Qur’an berikut artinya (terjemahannya) dengan lantang, atau setidaknya membaca Al-Qur’an dengan lantang lalu membaca artinya (terjemahannya) dengan perlahan, baik itu secara bergantian ataupun berurutan. Hal tersebut masih dianggap aneh.

Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa mendengar bacaan Al-Qur’an dengan model semacam tersebut, pastilah janggal di telinga. Biasanya, pengertian ibadah membaca Al-Qur’an tersebut baru sebatas anjuran membaca Al-Qur’an sesering mungkin supaya mendapatkan pahala dan menentramkan hati bagi yang dirundung masalah. Padahal, sesungguhnya hakikat dari membaca Al-Qur’an secara berulang-ulang adalah untuk memahami dan mendalami firman-firman Allah. Namun bagaimana mungkin, bila arti (terjemahan) ayat Al-Qur’an yang tertulis dalam bahasa Arab tidak diketahui artinya (terjemahannya) sama sekali? Apalagi semuanya sadar bahwa hanya sepersekian saja orang Islam yang mengerti bahasa Arab.

Secara tekstual, Al-Qur’an memang memiliki untaian kata yang indah, karena Al-Qur’an disusun dengan bahasa sastrawi yang tiada tandingannya. Hanya mendengarkan saja, hati seseorang dapat bergetar dan tunduk kepada kebesaran asma Allah SWT. Yang membacanya pun dapat mendapatkan ketentraman hati yang luar biasa hebat. Namun, sebagai umat Nabi Muhammad SAW yang diperintahkan untuk ber-iqra’ (mengkaji, mendalami dan mendalami ilmu), tentulah membaca saja jauh dari kata cukup, tetapi juga membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang makna dan arti firman-firman Allah SWT. Bukankah Al-Qur’an adalah Kitab Suci yang mengandung begitu banyak hamparan ilmu? Didalamnya tercakup semua aspek kehidupan manusia dan segala informasi tentang masa lalu dan masa yang akan datang, tidak ada satu pun yang luput dari penuturan Al-Qur’an.

Maka untuk memahami kandungan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang begitu luas, para ulama berlomba-lomba membuat kitab tafsir (penulis membaca Tafsir Misbah karangan Prof. Dr. M. Quraish Shihab). Buku-buku tafsir inilah (disamping buku-buku penunjang lainnya) yang dapat menghantarkan kita ke dalam pemahaman ayat-ayat Al-Qur’an. Semakin dalam Al-Qur’an dikaji, semakin bertambah ilmu yang kita miliki dan semakin banyak pula kunci-kunci ilmu yang dapat ditemukan di dalam Al-Qur’an.

Demikianlah kenyataan yang terjadi disekitar kita, bila Tradisi Membaca Al-Qur’an masih terpaku kepada cara-cara konvesional, maka umat Islam akan selalu tertinggal sekian langkah di belakang ilmuwan-ilmuwan Barat yang saat ini sedang sibuk menerapkan ilmu-ilmu yang mereka punya dalam bentuk penemuan-penemuan baru dan teknologi di masa depan. Lalu, saat penemuan itu dilansir di sebuah media massa (mainstream), barulah kita berujar, “Ah, itu kan sudah tertulis di dalam Al-Qur’an..

Wallahu’alam bil shawab

pict courtesy by: cintahakiki
gajah_pesing is the wong ganteng, itulah sebutan saia di jagad dunia maya, adapun predikat tersebut tidak dapat saia tolak karena itu adalah penghargaan dari teman-teman yang tercinta..
Dapat anda buktikan sendiri di :http://gajahpesing.web.id dan http://gajahpesing.net
Blog khusus poto-poto dari HP : http://gajahpesing.posterous.com/

6 Comments for this entry

  • addiehf

    saia juga belum pernah khatam membaca “terjemahan” al qur’an (doh) tapi kalau membaca al qur’an alhamdulillah udah beberapa kali. tapi khatam al qur’an itu juga masih disayangkan, kenapa? karena seharusnya saya bisa lebih memahaminya bukan hanya membacanya saja :D

    nice post om, tq (worship)

    Balas

  • rumah-sehat afiat

    Sudah sepantasnya Al-quran di baca dan terjemahanya pun dibaca. salam untuk kawan2 semuanya.

    Balas

  • ajengkol

    Selain membaca juga harusnya memahami isinya

    Balas

  • aming

    salah satu cara mempertajam daya ingat adalah dengan membaca..

    salam

    Balas

  • rafiqjauhary

    hakikatnya al-quran adalah yang asli berbahasa arab,, siapa yang membaca alquran, baginya pahala disetiap hurufnya.. namun untuk pemahaman, barulah terjemahan bisa menjadi sarana penunjang, tentu saja dengan didampingi kitab tafsir. apalagi ada yang bisa membimbingnya…

    nice post…
    salam dari magelang blogger @mecca, saudi arabia

    Balas

  • teddy

    naish inpoh
    membaca al-quran disertai artinya memang sangat baik. tapi tetap harus dibimbing karena Al-Quran terdapat sebab-sebab turunnya Al-quran agar kita tidak menafsirkan secara sembarangan.

    Balas

Leave a Reply

:-)) :-) :-D :-P (woot) ;-) :-o X-( :-( :-& (angry) (annoyed) (bye) B-) (cozy) (sick) (: (goodluck) (griltongue) (mmm) (hungry) (music) (tears) (tongue) (unsure) (dance) (doh) (brokenheart) (drinking) (girlkiss) (rofl) (money) (rock) (nottalking) (party) (sleeping) (thinking) (bringit) (worship) (applause) 8-) (gym) (heart) (devil) (lmao) (banana_cool) (banana_rock) (evil_grin) (headspin) (heart_beat) (ninja) (haha) (evilsmirk) (bigeyes) (funkydance) (idiot) (lonely) (scenic) (hassle) (panic) (okok) (yahoo) (K) (highfive) (LOL) (blush) (taser)