<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>deBlogger &#187; ARTIKEL</title>
	<atom:link href="http://deblogger.org/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://deblogger.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 08:20:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Musikal Laskar Pelangi Highlights</title>
		<link>http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 10:28:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cici Silent</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=1453</guid>
		<description><![CDATA[Anda semua tentu tahu Laskar Pelangi, kan? Ya, kisah sepuluh anak Belitong yang sangat menginspirasi kita dalam memperjuangkan pendidikan. Bukan hanya sekadar cerita tentang semangat mereka akan belajar, namun juga cerita tentang indahnya persahabatan, bagaimana menertawakan kehidupan di tengah kemiskinan, dan tentu saja romantika ala remaja. Kisah nyata yang diangkat ke dalam novel oleh Andrea [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/mlp/" rel="attachment wp-att-1481"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1481" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/11/MLP-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a></p>
<p>Anda semua tentu tahu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Laskar_Pelangi">Laskar Pelangi</a>, kan? Ya, kisah sepuluh anak <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Belitung">Belitong</a> yang sangat menginspirasi kita dalam memperjuangkan pendidikan. Bukan hanya sekadar cerita tentang semangat mereka akan belajar, namun juga cerita tentang indahnya persahabatan, bagaimana menertawakan kehidupan di tengah kemiskinan, dan tentu saja romantika ala remaja. Kisah nyata yang diangkat ke dalam novel oleh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Andrea_Hirata">Andrea Hirata</a> ini, kini bukan saja sukses dalam karya sastra dan <a href="http://www.21cineplex.com/laskar-pelangi,movie,1941.htm">sinema</a>, namun juga dalam sebuah karya drama musikal, yakni <a href="http://www.musikallaskarpelangi.com"><strong>Musikal Laskar Pelangi</strong></a>.</p>
<p>Setelah berhasil menyedot ribuan penonton di Taman Ismail Marzuki dan juga di kancah internasional, <a href="http://www.musikallaskarpelangi.com/tampil-di-esplanade-singapura-musikal-laskar-pelangi-mengharumkan-nama-indonesia.html">Teater Esplanade</a> &#8211; <a href="http://www.musikallaskarpelangi.com/tampil-di-esplanade-singapura-musikal-laskar-pelangi-mengharumkan-nama-indonesia.html">Singapore</a> beberapa waktu lalu, kali ini <a href="http://www.musikallaskarpelangi.com/liburan-ke-dufan-gratis-nonton-musikal-laskar-pelangi-highlights.html"><strong>Musikal Laskar Pelangi</strong></a> akan tampil dengan konsep baru. Bekerja sama dengan <a href="http://www.ancol.com">PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk,</a> <strong>Musikal Laskar Pelangi</strong> akan hadir di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dunia_Fantasi">Dufan (Dunia Fantasi)</a> yang dapat ditonton secara <em>free</em> (gratis!) pada liburan sekolah Desember mendatang.</p>
<p>Dengan membeli tiket Dunia Fantasi, maka pengunjung bisa langsung menyaksikan pertunjukan <a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/"><strong>Musikal Laskar Pelangi Highlights</strong> </a>dengan kapasitas <em>seats</em> sebanyak 2 ribu pengunjung dalam sekali pertunjukan. Saat ditemui dalam <em>Press Conference</em> di EX Plaza, Thamrin, Jakarta, Jum&#8217;at lalu (25/11), Budi Karya selaku Direktur Utama  <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Impian_Jaya_Ancol">PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk</a> menuturkan, &#8220;<em>Adalah sebuah penghargaan bagi kami untuk bekerja sama dengan para pelaku karya yang hebat ini</em>&#8220;.</p>
<div id="attachment_1462" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a class="highslide" href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/mlp_1/" rel="attachment wp-att-1462"><img class="size-medium wp-image-1462" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/11/MLP_1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">dari kiri : Budi Karya, Mira Lesmana, Riri Riza.</p></div>
<p>Durasi pertunjukan kali ini memang sengaja dibuat hanya 1 jam saja, berbeda dengan pertunjukan sebelumnya yang memakan waktu hingga 2 jam. <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mira_Lesmana">Mira Lesmana</a> menjelaskan, &#8220;<em>Kami sadar akan karakter pengunjung Dufan yang ingin merasakan semua wahana dalam sekali kunjungan, oleh karena itu kami buat lebih singkat, namun justru akan bertambah seru dan lebih menghibur!</em>&#8220;, ujar Mira selaku Produser sekaligus Penulis Lirik dan Naskah.</p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riri_Riza">Riri Riza</a> sang sutradara menambahkan, &#8220;<em>Ini adalah sebuah petualangan yang baru lagi buat kami. Kami berharap Musikal Laskar Pelangi Highlights dapat dinikmati oleh semua pengunjung Ancol, termasuk dari berbagai daerah di luar Jakarta</em>&#8220;, jelasnya.</p>
<p>Dengan nama baru, <strong>&#8220;<a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/">Musikal Laskar Pelangi Highlights</a>&#8220;</strong>, tim pemain yang terdiri dari 20 pemain anak dan 35 pemain dewasa ini, akan tampil dengan memberikan warna berbeda. Walaupun ada pergantian beberapa pemain karena hal tertentu (misalnya, ada anak yang jenjang suaranya sudah berubah <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> ), namun anak-anak ini telah dilatih dengan sangat baik sehingga bisa memainkan banyak peran.</p>
<p>&#8220;<em>Karena pertunjukan ini hanya berdurasi 1 jam, maka terjadi penyesuaian pada tata musiknya karena tidak memungkinkan untuk memainkan live orchestra. Namun, agar tetap megah, musik orkestra direkam di studio dan dimainkan secara playback</em>&#8220;, ujar <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Erwin_Gutawa">Erwin Gutawa</a> selaku Komposer dan Penata Musik pertunjukan ini. Ia menambahkan, &#8220;<em>Untuk set teater, akan dirancang ulang, hanya saja teknik arrangement panggung yang diubah sedemikian rupa sehingga penonton tidak akan merasakan perubahan berarti jika dibandingkan dengan pertunjukan sebelumnya</em>&#8220;.</p>
<p>Di tengah acara <em>Press Conference</em>, tiba-tiba hadir Ibu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kementerian_Pariwisata_dan_Ekonomi_Kreatif_Indonesia">Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,</a> <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mari_Elka_Pangestu">Mari Elka Pangestu</a>. Ia bertutur dengan sangat bersemangat tentang <a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/"><strong>Musikal Laskar Pelangi</strong></a>. &#8220;<em>Saya sudah nonton 3 kali, namun feel saat menonton selalu baru dan berbeda!</em>&#8220;, ujarnya antusias. &#8220;<em>Dan tiga kali nonton, tiga kali pula saya menangis</em>&#8220;, lanjutnya. Ibu menteri ini juga menuturkan bahwa tema yang diangkat di Laskar Pelangi ini adalah tema yang sangat universal sehingga pasti akan mengena pada semua kalangan. Ia berharap, ke depannya pertunjukan <a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/"><strong>Musikal Laskar Pelangi</strong></a> ini bisa tampil ke daerah-daerah sehingga semua masyarakat bisa menikmati. Terakhir, ia melontarkan pujiannya untuk <a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/"><strong>Musikal Laskar Pelangi</strong></a>, &#8220;<em>Kocak, haru, mendidik!</em>&#8220;.</p>
<div id="attachment_1463" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a class="highslide" href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/headline-2/" rel="attachment wp-att-1463"><img class="size-medium wp-image-1463" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/11/Headline1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Ibu Mari Elka Pangestu sedang menuturkan pendapatnya tentang Musikal Laskar Pelangi</p></div>
<p>Sang penulis novel, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Andrea_Hirata">Andrea Hirata</a>, berharap semua anak Indonesia dapat menyaksikan sendiri pertunjukan istimewa ini. &#8220;<em>Musikal ini sarat dengan budaya Indonesia, sangat memukau, menghibur, sekaligus memberi motivasi positif bagi siapapun yang menontonnya</em>&#8220;, ujar novelis yang belum lama ini merilis novel terbarunya, <a href="http://wartapedia.com/edukasi/pustaka/3468-11-patriot--novel-terbaru-andea-hirata-.html">11 Patriot</a>. &#8220;<em>Ketika karya itu diapresiasi sedemikian hebat, maka itu adalah sebuah kehormatan tersendiri</em>&#8220;, jelasnya.</p>
<p>Selain nama-nama yang saya sebutkan di atas, ada beberapa sosok yang cukup berperan penting dalam kesuksesan <a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/"><strong>Musikal Laskar Pelangi Highlights</strong></a>, mereka adalah <a href="http://www.musikallaskarpelangi.com/toto-arto.html">Toto Arto</a> sebagai Produser Pertunjukan, <a href="http://www.musikallaskarpelangi.com/hartati.html">Hartati</a> sebagai Koreografer, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jay_Subiyakto">Jay Subyakto</a> sebagai <em>Production Designer</em> yang merancang ulang tata letak dan efek visual yang sesuai dan tak kalah hebatnya dengan pertunjukan-pertunjukan sebelumnya. Mereka adalah sosok-sosok yang tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam dunia teater musikal.</p>
<p><strong><a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/">Musikal Laskar Pelangi Highlights</a></strong> tentu adalah sebuah karya yang sangat sayang bila dilewatkan. Jika Anda tertarik untuk menyaksikannya, Dufan akan menyuguhkan hiburan <a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/">MLP Highlights</a> ini mulai dari tanggal 24 Desember 2011 hingga 7 Januari 2012. <a href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/">MLP highlights</a> akan tampil satu kali pertunjukan pada Senin-Kamis, yaitu pukul 14.00-15.00, dan dua kali di hari Sabtu-Minggu pada pukul 14.00-15.00 dan 16.00-17.00 WIB.</p>
<div id="attachment_1464" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a class="highslide" href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/mlp_2/" rel="attachment wp-att-1464"><img class="size-medium wp-image-1464" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/11/MLP_2-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Penampilan Pemain</p></div>
<p style="text-align: center">Walaupun saya hanya menyaksikan sedikit cuplikannya, tapi bener-bener seru lho! Keren!</p>
<div id="attachment_1465" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a class="highslide" href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/mlp_3/" rel="attachment wp-att-1465"><img class="size-medium wp-image-1465" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/11/MLP_3-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Pemain anak-anak tak kalah seru!</p></div>
<p style="text-align: center">Duh, melihat mereka saya jadi benar-benar ingin menyaksikan sendiri MLP Highlights ini. <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/rock_n_roll.gif' alt='(rock)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_1466" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a class="highslide" href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/andrea-hirata-and-me/" rel="attachment wp-att-1466"><img class="size-medium wp-image-1466" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/11/Andrea-Hirata-and-Me-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">Akhirnya, ketemu juga sama Bung Andrea Hirata.</p></div>
<p style="text-align: center"><strong>OOT</strong> : Sebelum foto-foto, saya sempat bertanya-tanya sebentar tentang apakah tokoh Lintang dan Arai itu fiktif?  <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> Dan Andera Hirata menjawab, &#8220;<em>Nyata dong!</em>&#8220;. Wah, baiklah&#8230;  <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/unsure.gif' alt='(okok)' class='wp-smiley' /> berarti yang beredar hanya gosip belaka, hehehe. #apaseh #gapenting</p>
<p style="text-align: center">Yang sangat disayangkan adalah udah niat mo bawa novel koleksi saya buat ditandatangani langsung, tapi malah lupa bawa!  <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/idiot.gif' alt='(idiot)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: center">Ah, tapi gapapa lah&#8230; yang penting bisa dapet tanda tangan and foto bareng. <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_1467" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a class="highslide" href="http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/ttd_ah/" rel="attachment wp-att-1467"><img class="size-medium wp-image-1467" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/11/TTD_AH-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a><p class="wp-caption-text">  Alhamdulillah ya, sesuatu... :p  *sengaja pic nya OOT* #ditimpuk</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2011/11/29/musikal-laskar-pelangi-highlights/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertemuan Pertama dengan Adik Asuh deBlogger</title>
		<link>http://deblogger.org/2011/11/14/pertemuan-pertama-dengan-adik-asuh-deblogger/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2011/11/14/pertemuan-pertama-dengan-adik-asuh-deblogger/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2011 14:17:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cici Silent</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[adik asuh]]></category>
		<category><![CDATA[kado]]></category>
		<category><![CDATA[kakak asuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=1405</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tertunda beberapa minggu, pertemuan pertama dengan adik-adik asuh yang terpilih dalam Program KADO (Kakak Asuh deBlogger) akhirnya bisa terlaksana kemarin, tepatnya pada hari Minggu, 13 November 2011. Berlokasi di Musholla Madrasah Ibtidaiyah Al Falah Depok, kami berlima (Syarif, Efull, Ecky, Iman, dan saya) menemui adik-adik yang masih lugu dan lucu-lucu itu.  Di awal pertemuan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah tertunda beberapa minggu, pertemuan pertama dengan adik-adik asuh yang terpilih dalam Program <a href="http://deblogger.org/2011/08/25/kakak-asuh-deblogger-kado/">KADO</a> (Kakak Asuh deBlogger) akhirnya bisa terlaksana kemarin, tepatnya pada hari Minggu, 13 November 2011. Berlokasi di Musholla Madrasah Ibtidaiyah Al Falah Depok, kami berlima (Syarif, Efull, Ecky, Iman, dan saya) menemui adik-adik yang masih lugu dan lucu-lucu itu.  <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di awal pertemuan ini memang tidak terlalu banyak agenda yang dilakukan mengingat durasi yang hanya 2 jam saja. Namun, interaksi yang kami lakukan dengan adik-adik asuh cukup asyik karena mereka sangat antusias dan merespon dengan baik, walau ada salah dua atau tiga di antaranya masih malu-malu, hehe. <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Adik asuh yang terpilih, disaring oleh pihak sekolah berdasarkan kriteria yang kita inginkan, yakni duduk di kelas 6, berprestasi dan kurang mampu. Program KADO buat adik-adik ini akan berjalan selama satu tahun, dan akan diadakan pertemuan 1 kali setiap bulannya. Sampai saat ini baru ada sembilan orang adik asuh, sesuai dengan jumlah kakak asuh yang ada. <em>Ayo siapa yang berminat daftar biar nambah adik asuh kita.</em>.. <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/evilsmirk.gif' alt='(evilsmirk)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dan, inilah ke-<del>sembilan</del> delapan adik asuhnya (<em>salah satu adik asuh tidak bisa hadir</em>) :</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-XkezSfMBVRk/TsD0aSjA9xI/AAAAAAAAAsw/qk9IjW9REa4/s1600/All%2BAnak%2BAsuh.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-XkezSfMBVRk/TsD0aSjA9xI/AAAAAAAAAsw/qk9IjW9REa4/s320/All%2BAnak%2BAsuh.jpg" alt="" width="320" height="240" border="0" /></a></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em>Dari kiri : Adel, Aulia, Sausan, Amel, Mia, Rania, Putri.</em></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em> The one and only boy : Ibnu Akil</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both;">Di sini kita sedikit banyak bercerita kepada adik-adik tersebut tentang apa itu blogger. Walaupun mereka belum bisa sepenuhnya memahami, tapi <em>at least</em> mereka sudah tahu bahwa aktivitas kita identik dengan gadget, laptop, dan koneksi internet tentunya. Tak lupa dengan berbagai jenis kamera masing-masing, dari kamera yang menyatu di Handphone, pocket camera, sampai dengan kamera profesional (DSLR), yang penting bisa buat narsis. <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> </div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-u23bFd68vug/TsD1j1tmG1I/AAAAAAAAAs8/1u0K_BlU6Mo/s1600/KADO_1.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-u23bFd68vug/TsD1j1tmG1I/AAAAAAAAAs8/1u0K_BlU6Mo/s320/KADO_1.jpg" alt="" width="320" height="214" border="0" /></a></div>
<p style="text-align: center;"> <em>Kakak Syarif yang sedang menerangkan tentang program KADO kepada adik-adik asuh</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-d0qPV9pryos/TsD2vP1n97I/AAAAAAAAAtI/luk8WHihlJw/s1600/KADO_10.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/-d0qPV9pryos/TsD2vP1n97I/AAAAAAAAAtI/luk8WHihlJw/s320/KADO_10.jpg" alt="" width="320" height="214" border="0" /></a></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em>Sedang khusyu&#8217; mendengarkan</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-e7XzDeKJfvY/TsD_YKNWXzI/AAAAAAAAAtU/ePYg-WVLNLU/s1600/KADO_2.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/-e7XzDeKJfvY/TsD_YKNWXzI/AAAAAAAAAtU/ePYg-WVLNLU/s320/KADO_2.jpg" alt="" width="320" height="214" border="0" /></a></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em>Smile</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-2wzHiNnr0tc/TsEA-QJS_MI/AAAAAAAAAtg/RcCqgPo8dL8/s1600/KADO_11.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-2wzHiNnr0tc/TsEA-QJS_MI/AAAAAAAAAtg/RcCqgPo8dL8/s320/KADO_11.jpg" alt="" width="320" height="214" border="0" /></a></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em>Bercanda</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both;">Saat saya menjelaskan sedikit banyak tentang apa itu blog, mereka agak takjub sambil memelototi netbook yang layarnya mini itu. <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/nerd.gif' alt='8-)' class='wp-smiley' /> </div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-qylx51_I538/TsECYEgL4TI/AAAAAAAAAt4/WFqiLNlDmno/s1600/KADO_3.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-qylx51_I538/TsECYEgL4TI/AAAAAAAAAt4/WFqiLNlDmno/s320/KADO_3.jpg" alt="" width="320" height="214" border="0" /></a></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em>`Mendongeng` <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/scenic.gif' alt='(scenic)' class='wp-smiley' /> <br />
</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://1.bp.blogspot.com/-os8-4ywgFHI/TsEDXe7QUsI/AAAAAAAAAuE/oMT2_2TtWzs/s1600/KADO_5.jpg"><img src="http://1.bp.blogspot.com/-os8-4ywgFHI/TsEDXe7QUsI/AAAAAAAAAuE/oMT2_2TtWzs/s320/KADO_5.jpg" alt="" width="320" height="214" border="0" /></a></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em>Ketakjuban itu <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> #lebayedition</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-oakxpyDHRtk/TsEEuo1JzbI/AAAAAAAAAuQ/Z69nCd2qTrQ/s1600/KADO_6.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-oakxpyDHRtk/TsEEuo1JzbI/AAAAAAAAAuQ/Z69nCd2qTrQ/s320/KADO_6.jpg" alt="" width="320" height="214" border="0" /></a></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em>Antusiasme mereka</em></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both;">Di akhir acara, adik-adik diberikan uang pembinaan bulanan yang mudah-mudahan bisa dimanfaatkan untuk keperluan sekolah dan belajar mereka. (<em>maaf untuk foto, masih tercecer di Kakak Ecky jadi belum bisa saia aplod</em> <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/doh.gif' alt='(doh)' class='wp-smiley' /> <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> )</div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both;"><em>Well</em>, sebuah pertemuan pertama yang menyenangkan. Semoga pertemuan selanjutnya bisa lebih baik lagi dan kakak-kakak yang hadir lebih rame lagi. Mudah-mudahan program KADO ini dapat berjalan secara kontinyu sehingga akan mampu memberi dampak yang luar biasa pada adik-adik asuh kita yang akan memasuki jenjang SMP kelak. Amiin&#8230; <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-OlmUWjlWYdo/TsDz2e4ng3I/AAAAAAAAAsk/twEr1GiZhuQ/s1600/Bersama%2BKakak%2BdeBlogger.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-OlmUWjlWYdo/TsDz2e4ng3I/AAAAAAAAAsk/twEr1GiZhuQ/s320/Bersama%2BKakak%2BdeBlogger.jpg" alt="" width="320" height="240" border="0" /></a></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><em>Berfoto bersama</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2011/11/14/pertemuan-pertama-dengan-adik-asuh-deblogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kakak Asuh deBlogger (KADO)</title>
		<link>http://deblogger.org/2011/08/25/kakak-asuh-deblogger-kado/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2011/08/25/kakak-asuh-deblogger-kado/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 19:50:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[kado]]></category>
		<category><![CDATA[kakak asuh deBlogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=1388</guid>
		<description><![CDATA[Kamu suka pergi ke mall? Tentunya. Boleh tanya, berapa uang yang kamu keluarkan setiap kali pergi ke sana? Cukup banyak pastinya ya. Sekarang kalau kamu pergi ke mall hanya berbekal uang lima puluh ribu rupiah, misalnya, merasa bebaskah kamu? Bisa beli apa dengan uang itu? Setelah berbelanja, masih bisa makan gak? Hmm *mulai mikir*. Daripada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kamu suka pergi ke mall? Tentunya. <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Boleh tanya, berapa uang yang kamu keluarkan setiap kali pergi ke sana? Cukup banyak pastinya ya. Sekarang kalau kamu pergi ke mall hanya berbekal uang lima puluh ribu rupiah, misalnya, merasa bebaskah kamu? Bisa beli apa dengan uang itu? Setelah berbelanja, masih bisa makan gak? Hmm <em>*mulai mikir*</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Daripada kamu menghabiskan uang dengan pergi ke mall untuk kesenanganmu sendiri dan ludes dalam waktu 1-2 jam saja, mengapa tidak menggunakan uangmu untuk sesuatu yang lebih bermanfaat? Tahukah kamu bahwa uang Rp 75,000.- dapat membantu seorang anak bersekolah selama 1 bulan? Bukan hanya uang sekolah namun termasuk juga keperluan sehari-harinya untuk bersekolah dapat pula terpenuhi. Lebih jelasnya simak <em>slide</em> berikut ini:</p>
<div id="__ss_8944027" style="width: 425px;"><strong style="display: block; margin: 12px 0 4px;"></strong> <iframe src="http://www.slideshare.net/slideshow/embed_code/8944027" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" width="425" height="355"></iframe></p>
<div style="padding: 5px 0 12px;"><em>Sumber: <a href="http://imansulaiman.com" target="_blank">Iman Sulaiman</a></em></div>
</div>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana? Cara yang pandai dan penuh berkah dalam menggunakan uangmu, bukan?! Jadi program <strong>Kakak Asuh deBlogger (KADO)</strong> ini dijalankan untuk memberi kesempatan bagi segenap anggota deBlogger berkontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan warga yang tidak mampu sekaligus membangun manusia berkualitas di kota Depok melalui pendidikan dasar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumbangan bulanan teman-teman akan dikumpulkan oleh satu orang penanggung jawab dari deBlogger dan seterusnya diberikan kepada yang berhak. deBlogger tidak sendirian dalam menjaring adik asuh yang potensial; kerjasama dengan <strong>Rumah Zakat</strong> telah dibuka dan seterusnya deBlogger akan berkoordinasi dengan pihak <strong>Rumah Zakat</strong> dalam hal penyaluran sumbangan dan pembinaan-pembinaan lain kepada adik-adik asuh yang programnya sedang direncanakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Q1: Saya tertarik untuk berpartisipasi. Apa syaratnya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tidak ada syarat administratif apa pun. Yang diperlukan hanya satu: <strong>komitmen</strong> untuk membantu adik asuh secara konsisten selama satu tahun kontrak dengan jumlah sumbangan yang tetap setiap bulannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Q2: Berapa jumlah sumbangannya?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Nominal sumbangan yang dapat mendukung seorang anak adalah sebesar <strong>Rp 75.000,-</strong> (tujuh puluh lima ribu rupiah) / bulan. Jika dirasa angka itu terlalu berat bagi kamu, kamu dapat tetap berpartisipasi dengan cara patungan dengan 1-2 orang teman lainnya dengan skema sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Sumbangan pribadi: Rp 75.000,- / orang / bulan</p>
<p style="text-align: justify;">2. Patungan 2 orang: Rp 37.500,- / orang / bulan</p>
<p style="text-align: justify;">3. Patungan 3 orang: Rp 25.000,- / orang / bulan</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Jangka waktu pemberian sumbangan: 1 tahun</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Tanggal tenggat waktu pemberian sumbangan tertentu setiap bulannya</em></p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jika kamu pelajar atau mahasiswa sekali pun, kamu tetap dapat berpartisipasi. <img src='http://deblogger.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Q3: Daftarnya ke mana bila ingin berpartisipasi?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sila klik link <a href="https://docs.google.com/spreadsheet/viewform?hl=en_US&amp;formkey=dG1aOW5wbzVOMnhNX3JNNGo0TC1Mc0E6MQ#gid=0" target="_blank">form registrasi</a>, atau hubungi <strong>Iman Sulaiman</strong> di 081-76767620 / <a href="http://twitter.com/isulaima" target="_blank">@isulaima</a></p>
<p style="text-align: justify;">Ayo bergabung, ayo berbagi!</p>
<div id="attachment_1390" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://deblogger.org/2011/08/25/kakak-asuh-deblogger-kado/bukber-bingkisan/" rel="attachment wp-att-1390"><img class="size-full wp-image-1390" title="bukber-bingkisan" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/08/bukber-bingkisan.jpg" alt="" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Pemberian bingkisan bagi adik2 asuh deBlogger dalam acara #bukberdeBlogger (sumber: Aris Sunawar)</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2011/08/25/kakak-asuh-deblogger-kado/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hidup Ini Humor, Kawan!</title>
		<link>http://deblogger.org/2011/08/24/hidup-ini-humor-kawan/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2011/08/24/hidup-ini-humor-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Aug 2011 06:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[kawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA[HIDUP INI humor! Paling tidak saya meyakininya begitu. Mengapa, karena setiap hal yang saya lakukan, saya melakukannya dengan tertawa, karena saya gembira. Bukan karena saya ingin melecehkan, bukan karena saya menganggap remeh atau enteng pekerjaan atau apapun yang sedang saya lakukan. Saya menikmati sebuah hubungan. Entah itu sebagai suami, istri, kekasih, sahabat atau sekadar teman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://deblogger.org/2011/08/24/hidup-ini-humor-kawan/tertawa/" rel="attachment wp-att-1365"><img class="alignright size-medium wp-image-1365" title="tertawa" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/05/tertawa-300x168.jpg" alt="" width="300" height="168" /></a>HIDUP INI humor! Paling tidak saya meyakininya begitu. Mengapa, karena setiap hal yang saya lakukan, saya melakukannya dengan tertawa, karena saya gembira. Bukan karena saya ingin melecehkan, bukan karena saya menganggap remeh atau enteng pekerjaan atau apapun yang sedang saya lakukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya menikmati sebuah hubungan. Entah itu sebagai suami, istri, kekasih, sahabat atau sekadar teman biasa. Dan saya ingin melakukannya dengan menyenangkan, humor dan saling memberi senyum. Tidak selalu mudah karena sifat manusia berbeda-beda dalam menanggapi senyuman manusia lain. Kadang, senyuman tulus yang saya berikan malah dianggap sebuah pelecehan. Parahnya, kalau sudah dimasukan dalam kategori penghinaan. Wah, mimpi apaaaa saya semalam!</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika tudingan atas senyum saya itu muncul, kadang-kadang saya merasa ingin berhenti tersenyum dan menjadi pertapa yang berdiam di dalam gue, tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dia tidak menyakiti siapapun dengan kata-katanya. Dia tidak diprotes karena tersenyum. Dia tidak dicabik-cabik karena pendapatnya berbeda. Diam saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahkan pilihan menjadi rohaniwan yang saya pikir selalu bicara soal ke-Tuhan-an pun, buat saya bukan pilihan yang idel. Bagaimana tidak, ketika mereka &#8211;para rohaniwan itu&#8211; mulai benar-benar dianggap “wakil Tuhan” di bumi ini, penguasaan atas kehidupan orang lain mulai menjamah. Sabdanya seolah benar-benar lahir dari mulut Tuhan yang diteteskan ke mulutnya. Tentu saja, tidak boleh ada perbedaan pendapat, karena “tuhan” tentu saja tidak boleh dibantah bukan?</p>
<p style="text-align: justify;">Hidup ini humor dan saya masih meyakininya sampai saat ini. Meski saya harus berdebat karena dianggap “menyimpang” tidak masalah. Toh, tidak semua orang bisa setuju dengan saya, dan tidak semua orang boleh tidak setuju dengan saya juga. Tapi ketika semua masalah dan hal itu bisa dihadapi dengan humor, senyum dan tawa, saya meyakini selalu ada jalan keluar. Tidak ada yang tidak mungkin.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu bagaimana dengan mereka yang kemudian tampak berhasil dengan “keseriusan” hidup mereka? Serius itu pilihan, tapi saya benar-benar membayangkan, bagaimana rasanya hidup dalam keseriusan kehidupan. Disana tidak ada senyum. Mungkin relasinya tulus, tapi tentu saja tidak gembira dan fun. Bukankah keberhasilan sering muncul dari humor?</p>
<p style="text-align: justify;">Saat kita tidak bisa menikmati humor dalam hidup kita, sejatinya kita sudah “mati”</p>
Djoko Moernantyo
FB :  denmas josi
TW:  jokoisme
YM :  warak_ngendog
Blog:
- moer.multiply.com
- loveofkikoku.blogspot.com
- baladaatmo.blogspot.com]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2011/08/24/hidup-ini-humor-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggali Potensi Studio Alam TVRI</title>
		<link>http://deblogger.org/2011/03/30/menggali-potensi-studio-alam-tvri-2/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2011/03/30/menggali-potensi-studio-alam-tvri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Mar 2011 10:52:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Isti</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=1203</guid>
		<description><![CDATA[Studio Alam TVRI merupakan salah satu kawasan alam yang terletak di jalan Raden Saleh kecamatan Sukmajaya, Depok. Dulu, kawasan ini terkenal dengan tempat shooting beragam acara TVRI seperti Rumah Masa Depan, Aku Cinta Indonesia (ACI) pada tahun 1980-an. Kawasan ini memiliki luas 28 ha, yang dikelilingi pohon rindang, beberapa buah danau dan rumah-rumah tradisional. Selain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Studio Alam TVRI merupakan salah satu kawasan alam yang terletak di jalan Raden Saleh kecamatan Sukmajaya, Depok. Dulu, kawasan ini terkenal dengan tempat shooting beragam acara TVRI seperti Rumah Masa Depan, Aku Cinta Indonesia (ACI) pada tahun 1980-an.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-1192" href="http://deblogger.org/2011/03/30/menggali-potensi-studio-alam-tvri/patung-studio-alam-tvri/"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-1209" href="http://deblogger.org/2011/03/30/menggali-potensi-studio-alam-tvri-2/patung-studio-alam-tvri-2/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1209" title="patung studio alam tvri" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/03/patung-studio-alam-tvri1-300x225.jpg" alt="" width="363" height="225" /></a><br />
</a><br />
Kawasan ini memiliki luas 28 ha, yang dikelilingi pohon rindang, beberapa buah danau dan rumah-rumah tradisional. Selain itu daerah ini juga terdapat lapangan tennis dan dimanfaatkan juga untuk latihan tembak.</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-1193" href="http://deblogger.org/2011/03/30/menggali-potensi-studio-alam-tvri/kuda-di-studio-alam-tvri/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1193" title="berkuda di studio alam tvri" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/03/kuda-di-studio-alam-tvri-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk masuk ke Studi Alam TVRI ini dipungut bayaran. Untuk mobil Rp 10.000, motor 5000 dan pejalan kaki Rp 1000.</p>
<p>Studio alam ini dibangun ketika bapak Ishadi SK masih menjadi Direktur di TVRI sekaligus selaku pendiri studio alam TVRI ini dengan tujuan sebagai tempat shooting acara-acara TVRI.</p>
<p>Tapi sayang daerah ini tidak begitu terawat serta bau karena kotoran kuda berserak dimana-mana. Padahal banyak sekali kegiatan yang bisa dimanfaatkan dengan luas lahan 28 ha ini. Lihatlah rumah-rumah yang ada disekitar studio alam ini, begitu reot dan kumuh. Bahkan, tempat shooting Rumah Masa Depan sudah lapuk, seakan menunggu kerubuhannya. Hal ini sangat disayangkan karena justru dengan semakin berkembangnya dunia broadcasting di Indonesia, potensi studio alam ini justru kian terabaikan. (saat ini tidak kurang dari 14 channel tv).</p>
<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" rel="attachment wp-att-1194" href="http://deblogger.org/2011/03/30/menggali-potensi-studio-alam-tvri/aci-tvri/"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1194" title="Rumah ACI-TVRI" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2011/03/ACI-TVRI-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ketika saya berbincang dengan salah seorang satpam disana. Kondisi ini memang jauh berbeda kondisi kepemimpinan Bapak Ishadi SK. Dulu, bapak Ishadi SK sangat konsern terhadap kawasan ini. Misalnya adanya biaya perawatan dan kebersihan setiap bulannya. Serta beliau juga memperhatikan kesejahteraan karyawan. Berbeda sekali dengan kondisi saat ini. Minimnya perhatian pemimpin membuat kawasan ini hanya tempat bermain kerbau dan hutan kecil yang rindang tanpa pengelolaan.</p>
<p>Saya mengunjungi studio alam ini dengan bersepeda. Udaranya begitu segar dengan beragam pepohonan dikanan kiri. Ada sebagian jalan yang belum diaspal sehingga ketika abis hujan, jalana becek ini harus diwaspadai. Selain licin, jalan ini juga berlumpur.</p>
<p>Sebenarnya potensi kawasan ini besar sekali, misalnya bisa dimanfaatkan untuk tempat shooting sinetron kolosal, atau sinetron yang memanfaatkan alam pedesaan. Hanya disetting sesuai dengan kebutuhan para pembuat film dan sinetron. Sehingga tidak perlu pergi jauh-jauh ke daerah alam yang memakan banyak biaya, hanya lokasi ini dibuat sesuai dengan kondisi yang diinginkan.</p>
<p>Selain itu, kawasan ini bisa dijadikan tempat wisata alam. Karena sebenarnya masyarakat kita rindu akan liburan alam. Bisa bersepedaan, mancing, outbond atau berkuda sekalian. Jika ini dikelola dengan baik, studio alam bisa menghasilkan pemasukan bagi pengelola, selain itu juga bisa memuaskan dahaga masyarakat Depok yang haus akan liburan alam.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2011/03/30/menggali-potensi-studio-alam-tvri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buang RACUN ARSENIK Hatimu</title>
		<link>http://deblogger.org/2011/02/01/buang-racun-arsenik-hatimu/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2011/02/01/buang-racun-arsenik-hatimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2011 08:51:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[STORY]]></category>
		<category><![CDATA[arsenik]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[racun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=1070</guid>
		<description><![CDATA[INI kisah nyata tentang seorang perempuan tuna netra. Sebut saja namanya Diana. Dia adalah ibu dari delapan orang anak. Bukan orang kaya, biasa saja. Miskin? Secara materi mungkin agak tertatih, tapi Diana punya “kekayaan” lain yang lebih dibanding perempuan lain. Apa itu? Diana ditinggalkan suaminya –bukan diceraikan—ketika melahirkan anak bungsunya. Sang suami terpikat perempuan lain [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">INI kisah nyata tentang seorang perempuan tuna netra. Sebut saja namanya Diana. Dia adalah ibu dari delapan orang anak. Bukan orang kaya, biasa saja. Miskin? Secara materi mungkin agak tertatih, tapi Diana punya “kekayaan” lain yang lebih dibanding perempuan lain. Apa itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Diana ditinggalkan suaminya –bukan diceraikan—ketika melahirkan anak bungsunya. Sang suami terpikat perempuan lain dan membuat Diana harus jungkir-balik menafkahi anak-anaknya yang mulai beranjak besar. Tidak semua dirawatnya, karena dengan keterbatasan fisiknya, Diana tentu saja “kerepotan” mengurus delapan orang anak. Beberapa anaknya “terpaksa” dirawat orang lain, tapi seperti pengakuannya: sebenarnya, hati seorang ibu tak pernah rela anaknya berpisah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian untuk menopang hidupnya, Diana mengambil kursus pijat sampai akhirnya bekerja di salah satu panti pijat khusus tuna netra. Dan itulah yang member harga diri sebagai seorang ibu. Tak pernah mengeluh hingga kemudian anak-anaknya dewasa dan berhasil mandiri.  Kisah hidupnya berakhir, ketika Diana meninggal karena sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Satu pertanyaan yang selalu dijawabnya dengan ringan dan tulus, apakah Diana merasa sakit hati dengan perlakuan suaminya?</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Saya memaafkan dia, dari pertama dia menyakiti saya.”</em></p>
<p style="text-align: justify;"><em></em>Kisah Diana, dari kasat mata tampaknya bicara soal ‘kelemahan’ perempuan. Kalau sudut pandang itu yang Anda tangkap, maaf Anda salah.  Diana bicara soal keteguhan, pengampunan, ketulusan dan mengasihi. Bukan soal mudah memilih berada di sisi ini, karena dia adalah perempuan yang tersakiti. Biasanya, manusia akan langsung melawan atau menghujat dengan cara apapun, ketika dirinya tersaikiti yang amat sangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibarat angin, Diana adalah kesejukan yang membawa keluarganya melintasi badai. Dia melewati jurang, dan selamat sampai di ujung. Dia mengakhiri “pertandingannya” dan berhasil mencapai garis finish.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang Anda dapat dari ilustrasi Diana ini? Ketika kita tersakiti, secara manusia pasti terluka. Saat kita membawa luka itu berkepanjangan, kita sebenarnya membawa racun dari dalam hidup kita. Dendam itu arsenic –racun yang membunuh pelan-pelan dalam tubuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengampuni, memaafkan, atau melupakan kesakitan itu ‘nyaris’ tidak mungkin. Tapi Diana bisa melakukannya saat dengan tulus membuang “racun” dari pertama kali terluka.  Beranikah Anda ambil keberanian itu?</p>
Djoko Moernantyo
FB :  denmas josi
TW:  jokoisme
YM :  warak_ngendog
Blog:
- moer.multiply.com
- loveofkikoku.blogspot.com
- baladaatmo.blogspot.com]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2011/02/01/buang-racun-arsenik-hatimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebodohan itu bernama: KEKERASAN!</title>
		<link>http://deblogger.org/2010/10/20/kebodohan-itu-bernama-kekerasan/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2010/10/20/kebodohan-itu-bernama-kekerasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2010 10:45:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[etnis]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=970</guid>
		<description><![CDATA[Seperti dari kumpulan bunga-bunga dapat dirangkai banyak karangan bunga, demikian pula dalam suatu kelahiran seorang manusia dapat melakukan banyak perbuatan baik. [Dhammapada 53] +++ Kekerasan yang kita lakukan, akan melahirkan kekerasan baru! – maklumat itu tampaknya sekadar menjadi pameo kosong saja. Meski kita amat sadar [dan mengangguk-angguk setuju], tapi setelah itu lewat begitu saja. Setelah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Seperti dari kumpulan bunga-bunga dapat dirangkai banyak karangan bunga, demikian pula dalam suatu kelahiran seorang manusia dapat melakukan banyak perbuatan baik. [Dhammapada 53]</em></p>
<p>+++<br />
<em>Kekerasan yang kita lakukan, akan melahirkan kekerasan baru!</em> – maklumat itu tampaknya sekadar menjadi pameo kosong saja. Meski kita amat sadar [dan mengangguk-angguk setuju], tapi setelah itu lewat begitu saja. Setelah muncul kekerasan baru, barulah kita kembali mengingatnya. Contoh kasus. <em>Bullying</em> yang terjadi di sekolah-sekolah dengan alasan senioritas, kelak akan muncul juga ketika si junior sudah menjadi senior. Begitu seterusnya. Atau kasus STPDN di Jatinangor yang sempat menghebohkan dunia pendidikan kita beberapa tahun silam.</p>
<p>Kalau kita klasifikasi, pasti akan muncul sederet kekerasan atas nama apapun. Ada yang mengatasnamakan setiakawan, agama, sosial, adat, budaya. Tapi kekerasan adalah kekerasan. Dan buat saya, kekerasan itu harus kita lawan, bukan dengan kekerasan. Kita harus melawan dengan kerja keras mengubah pola pikir pengandalan otot, menjadi pengandalan otak.</p>
<p>Saya terdengar seperti utopis memang. Seperti menggantang asap aatau menggarami air laut. Toh sudah banyak ahli, psikolog dan orang pintar dengan berbagai keilmuan yang menawarkan satu idea atau solusi untuk mengatas. Hasilnya memang belum menggembirakan. Yang ada adalah meningkatnya kasus-kasus kekerasan. Terakhir yang sangat mengganggu saya adalah bentrokan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Konon melibatkan etnis Ambon dan Flores. Saya tidak peduli dengan etnis mana, buat saya kekerasan adalah kekerasan. Dan itu harus saya katakan sebagai kebodohan.</p>
<p>Tidak ada agama manapun, yang kalau kita telaah dengan seksama, menganjurkan umatnya untuk melakukan kekerasan dan menyakiti manusia lain yang tidak sepaham. Tidak ada Tuhan manapun, yang menyerukan untuk “membunuh” manusia lain, hanya karena berbeda pendapat. Kalau ada suara seperti itu, saya agak mempertanyakan “ke-Tuhan-annya”.</p>
<p>Pada dasarnya manusia diciptakan untuk bisa berpikir. Berpikir kemudian bertanya untuk mendapat jawaban atas keraguan. Manusia dalah makluk yang menerima keterbukaan dan skeptisisme. Tetap terbuka terhadap ide baru tapi tetap skeptis, artinya jangan asal terima saja dan pertanyakan logikanya. Begitu caranya membedakan kebenaran mendalam (deep truths) dengan omong kosong mendalam (deep nonsense). Keterbukaan itu penting, skeptisisme juga penting, meskipun kontradiktif.</p>
<p>Lahir dari pertanyaan itu, saya ingin mencari tahu jawaban, sebenarnya kekerasan itu mewakili siapa? Etnis, agama, kehormatan, atau egoisme dan kebodohan semata? Tahukah Anda, bahwa memberondong orang lain dengan kata-kata yang menyakitkan termasuk kekerasan? Tahukah Anda, sikap cuek dan diam atas sebuah persoalan, sebenarnya juga kekerasan? Kekerasan itu menjadi milik siapa sebenarnya? Menjadi omong kosong kalau harus “menyingkirkan” kekerasan dari hidup kita, karena secara tidak langsung, kita pun kerap melakukan kekerasan itu. Tapi apakah kemudian kita menjadi pemuja kekerasan itu?</p>
<p>Sifat dasariah manusia adalah mempertanyakan berbagai hal. Kita harusnya dilatih untuk skeptic dalam sisi yang positif. Mengapa? Karena merupakan hal yang sangat baik bagi setiap orang karena dengan melakukan hal itu, seseorang mampu membedakan banyak hal, seperti baik &#8211; tidak baik, benar &#8211; tidak benar, nyata &#8211; tidak nyata. Skeptisisme dapat membuat orang selalu sadar akan banyak hal termasuk dirinya sendiri.</p>
<p>Tapi yang perlu diingat, ketika kita mendapat jawaban [versi kita] dan berbeda dengan orang lain, jangan pernah anggap mereka adalah musuh. Dalam wacana dialog, perbedaan pendapat dan argumentasi menjadi kekayaan yang membuat ruang berpikir kita lebih luas dan merdeka. Bukan dengan kekerasan, apapun bentuknya! Saya jadi  ingat sebuah puisi singkat yang saya buat, karena “muak” dengan beberapa berita kekerasan [yang mengatasnamakan apapun].</p>
<p><em>Hari ini aku dihadang,<br />
Oleh tatapan menantang darahku yang memberontak<br />
“kamu harus menjadi darah juga!” katanya<br />
Aku tertunduk, pasrah..</em></p>
<p><em>Hari ini aku memerah,<br />
Aku sudah menjadi darah!</em></p>
<p><em>==</em></p>
<p><em>Image: ayushveda.com<br />
</em></p>
<p><em> </em></p>
Djoko Moernantyo
FB :  denmas josi
TW:  jokoisme
YM :  warak_ngendog
Blog:
- moer.multiply.com
- loveofkikoku.blogspot.com
- baladaatmo.blogspot.com]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2010/10/20/kebodohan-itu-bernama-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SEJARAH SINGKAT RANGKEPAN JAYA</title>
		<link>http://deblogger.org/2010/10/19/sejarah-singkat-rangkepan-jaya/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2010/10/19/sejarah-singkat-rangkepan-jaya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Oct 2010 17:44:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hamdan Arfani</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[depok]]></category>
		<category><![CDATA[rangkepan jaya]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah depok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=900</guid>
		<description><![CDATA[Rangkepan Jaya adalah nama sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Rangkepan Jaya berbatasan dengan Kelurahan Mampang di sebelah timur, Kelurahan Grogol di sebelah utara, dan Kelurahan Rangkepan Jaya Baru di sebelah barat dan selatan. Berdasar hasil wawancara dengan tokoh-tokoh sesepuh Rangkepan Jaya pada Mei 2010, diantaranya Haji Nawawi di Rawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rangkepan Jaya adalah nama sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Rangkepan Jaya berbatasan dengan Kelurahan Mampang di sebelah timur, Kelurahan Grogol di sebelah utara, dan Kelurahan Rangkepan Jaya Baru di sebelah barat dan selatan. Berdasar hasil wawancara dengan tokoh-tokoh sesepuh Rangkepan Jaya pada Mei 2010, diantaranya Haji Nawawi di Rawa Denok, Haji Bari di Kekupu, dan Haji Aselih di Kampung Grogol, diketahui bahwa wilayah yang kini menjadi Kelurahan Rangkepanjaya merupakan wilayah gabungan dari beberapa desa atau kampung, yang pada masa kolonial Belanda menjadi kawasan tanah partikelir milik tuan tanah.</p>
<p>Berkenaan dengan masa lampau wilayah Rangkepan Jaya, dalam Jejak Langkah Islam di Depok, Djamhur, Ibrahim, dan Yakin (2007), menyatakan bahwa pada masa sebelum kedatangan Belanda ternyata wilayah ini sudah berpenghuni, bukan wilayah kosong tak berpenduduk. Beberapa nama kampung yang telah ada sebelum kedatangan Belanda pada abad ke 17 diantaranya Parung Bingung (diduga ada sejak jaman Kerajaan Taruma Negara) dan Rawa Denok (diduga ada sejak jaman perang Banten – Pajajaran tahun 1500-an Masehi). Haji Nawawi menyebutkan, kampung-kampung lain di sekitar Rangkepan Jaya yang sudah ada setidaknya sejak jaman kolonial diantaranya Kampung Limo, Kampung Depok, Kampung Sengon, dan Kampung Parung Malela.</p>
<p>Namun, meski masyarakat yang mendiami wilayah Rangkapan Jaya sudah lama sekali ada, ternyata nama “Rangkepan Jaya” sendiri baru muncul pada tahun 1953. Menurut Haji Nawawi dan Haji Bari, nama Rangkepan Jaya bermula dari ide seorang guru SD di Parung Bingung bernama Sutomo (Pak Utomo) yang terlontar pada musyawarah warga di sebuah madrasah (sekarang YKS) menyangkut pembentukan wilayah (desa) baru, yang merupakan gabungan dari tiga desa, yakni Rawa Denok (termasuk Kampung Pulo), Kekupu (termasuk Kampung Pitara), dan Parung Bingung (termasuk Kampung Grogol). Kata ‘Rangkepan Jaya’ itu berasal dari kata RA = Rawa Denok, KE = Kekupu, dan PA = Parung Bingung, yang kemudian disempurnakan menjadi RANGKEPAN. Adapun tambahan kata ‘Jaya’ merupakan cita-cita agar kelak desa yang baru terbentuk itu menjadi maju dan sejahtera.</p>
<p>Desa bentukan baru itu dipimpin oleh Haji Saprin dari Parung Bingung hingga tahun 1955, kemudian dilanjutkan oleh Haji Amsir dari Kampung Kekupu hingga tahun 1978. Pada tahun 1978, Desa Rangkepan Jaya dipecah menjadi dua, yakni Desa Rangkepan Jaya Lama (terdiri dari Kampung Grogol, Kekupu, Pulo, dan Pitara) dan Rangkepan Jaya Baru (terdiri dari Kampung Parung Bingung dan Rawa Denok). Kepada Desa Rangkepan Jaya (lama) pasca pemecahan adalah Haji Nawawi, Haji Suarja, Haji Dhani Kondhani (sejak masa Haji Dhani Kondhani desa Rangkepan Jaya telah menjadi kelurahan), Cucu S., Haji Mubarok, Deden Kosasih, dan Wawan Wirawan. Saat tulisan ini dibuat, Kelurahan Rangkepan Jaya dipimpin oleh Bapak Ahmad Ubaidillah.</p>
<p>Perkembangan Rangkepan Jaya hingga menjadi seperti saat ini tentu tidak lepas dari peran masyarakat. Beberapa tokoh masyarakat di Rangkepan Jaya sejak masa tahun 1950-an (beberapa sudah wafat) diantaranya : Sayid Muhammad (makam di Sukabumi), Haji Kimah (Rawa Denok), Nimah (Rawa Denok), Haji Sani’in (Rawa Denok; Kepala Desa Rawa Denok pada masa sebelum penggabungan), Rahit (Rawa Denok), Mandor Samah (Rawa Denok), Haji Ali (Rawa Denok), Amil Tohir (Rawa Denok), KH. M. Jayadih (Rawa Denok), Haji Sadullah (Rawa Denok), Haji Ma’arif (Rawa Denok), KH. Abdul Razak (Rawa Denok), KH. M. Awab Usman (Rawa Denok), Haji Nawawi (Rawa Denok), Haji Saprin (Parung Bingung; Kepala Desa Parung Bingung sebelum masa penggabungan), Miun (Parung Bingung), Arkani (Parung Bingung), Haji Mandor Naim (Parung Bingung), Haji Husaini (Parung Bingung), Mardani (Parung Bingung), RK. Marja (Parung Bingung), Aminah Amang (Kekupu; Kepala Desa Kekupu sebelum masa penggabungan), Haji Amsir (Kekupu; Kepala Desa Kekupu sebelum masa penggabungan), Mualim Ratna (Kekupu), Kabeng Tedot (Kekupu), Haji Amil Geming (Kekupu), Usman SF (Kekupu), Sa’atih (Kekupu), Mandor Cocong (Kekupu), Mandor Amar (Kekupu), Haji Bari (Kekupu), R. Kabasar (Grogol), R. Kamaja (Grogol), RW. Suhanda (Grogol), Mandor Na’ung (Pulo), Mandor Sai’nin (Pulo), Haji Saitih (Pulo), Haji Husein (Pulo), Haji Ali (Pulo), Haji Nafis (Pulo), Mandor Acul (Pitara), dan Naman Umbul (Pitara). Disamping itu, ada pula tokoh-tokoh ulama dan guru agama (mualim) yang turut bersumbangsih dalam bidang kerohanian, diantaranya : Ust. Meisar Yunus, Ust. Jayadih, Ust. Asnawi, Ust. Yusuf, Ust. Mansur, Ust. Awab, dan Ust. Samsudin.</p>
<p>Dalam bidang kepemudaan, Rangkepanjaya telah mencetak prestasi gemilang sejak dulu, baik dalam bidang olah raga, pendidikan, maupun organisasi. Narasumber menyebutkan bahwa pada tahun 1980-an Rangkepan Jaya pernah mendapat kunjungan Presiden Soeharto beserta para menteri Kabinet Pembangunan. Rangkepan Jaya pernah pula mengirimkan salah seorang pemudanya dalam program pertukaran pelajar ke Australia.</p>
<p>Dalam bidang olah raga, hingga kini masih berdiri dan aktif POR (Persatuan Olah Raga) Samudra Jaya yang memiliki 5 P.S. (Persatuan Sepakbola), yakni P.S. HW yang diketuai oleh Haji Nawawi, P.S. Pekerti yang diketuai oleh Haji Bari, P.S. PB Kubra dipimpin oleh Bapak Marali, P.S. Fajar Putra yang dipimpin oleh Bapak Suhamba, dan P.S. Setia Kawan yang dipimpin oleh Bapak Kotong Suhardi.</p>
<p>SEKILAS SEJARAH DEPOK</p>
<p>Secara administratif, Depok berada di wilayah Jawa Barat yang bersuku Sunda, namun secara kultural, Depok lebih bernuansa Betawi. Masyarakat Depok umumnya lebih nyaman disebut orang Betawi ketimbang orang Sunda.</p>
<p>Nama Depok kemungkinan baru di kenal sejak masuknya pengaruh Banten dan Demak pada sekitar tahun 1527-an, yakni pada masa kemelut perang kerajaan Banten-Demak yang bercorak Islam dan Pajajaran yang bercorak Hindu. Nama Depok sendiri ternyata tidak hanya ada satu, nama Depok terdapat pula di daerah Sumedang, Cirebon, Sleman, bahkan Nusa Tenggara Barat. Umumnya, nama Depok dikaitkan dengan tempat yang dulunya pernah menjadi tempat persinggahan dan sekolah tradisional(padepokan). R.M. Jonathan (1998) menulis dalam Sejarah Singkat Masyarakat Kristen Depok pada halaman 5 alinea 4, bahwa nama Depok sudah ada sebelum tanah wilayah itu dibeli oleh Cornelis Chastelein tahun 1696. Hal yang sama dikatakan pula dalam laporan seorang pejabat Belanda, Abraham van Riebeek tahun 1703, bahwa ia melewati suatu kawasan yang telah lama dikenal bernama Depok yang letaknya antara Pondok Cina dan Pondok Terong.</p>
<p>Meski nama Depok sudah ada sebelum jaman tuan tanah Belanda, namun belum dapat dipastikan sejauh mana wilayah yang bernama Depok waktu itu. Beberapa sumber menyebutkan, kemungkinan yang disebut Depok pada abad ke-16 itu meliputi yang sekarang menjadi Jalan Siliwangi, yang ke arah timur berbatasan dengan kali Ciliwung, sedangkan ke barat berbatasan dengan Jalan Kartini dan Margonda, ke utara berbatasan dengan Kampung Mangga atau Parung Malela, dan ke selatan berbatasan dengan Parung Balimbing (Pancoran Mas). Adapun bagian barat Depok (ke arah Parung) dahulunya termasuk wilayah kabupaten Bogor.</p>
<p>Depok hingga abad ke-16 atau sebelum masuknya pengaruh Banten, termasuk wilayah Kerajaan Muara Beres, yang pusatnya ada di Desa Sukahati dan Desa Karadenan. Kerajaan Muara Beres adalah kerajaan bawahan dari Pajajaran.</p>
<p>Pada abad ke-16, Banten-Demak melakukan ekspansi ke wilayah Pajajaran, dan mendirikan markas pertahanan di Depok. Konon, untuk menembus benteng Pajajaran di Muara Beres, Banten-Demak memerlukan waktu puluhan tahun. Pada saat itulah bermunculan kampung-kampung Banten-Demak yang bercorak Islam, misalnya Beji, Pondok Terong, Kedung Waringin, Rawa Denok, Rawa Geni, Mampang, Kukusan, Sawangan, dan Depok. Adapun kampung-kampung yang sudah ada sebelum masuknya pengaruh Banten atau yang sudah ada sejak zaman Tarumanagara adalah Citayam, Parung Bingung, Parung Balimbing, Parung Serab, Bojong Jati, Parung Malela, Kampung Mangga, Cikumpa, Cimanggis, Cinere, Karang Anyar (sekarang wilayah Sengon dan Jemblongan), Pabuaran, dan Susukan.</p>
<p>Rangkepan Jaya, Mei 2010<br />
(Penulis : Putri, Dyah, Yordan, dan Hamdan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2010/10/19/sejarah-singkat-rangkepan-jaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Depok Menuju Kota Jasa dan Perdagangan</title>
		<link>http://deblogger.org/2010/10/04/depok-menuju-kota-jasa-dan-perdagangan/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2010/10/04/depok-menuju-kota-jasa-dan-perdagangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Oct 2010 17:47:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indobrad</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[depok]]></category>
		<category><![CDATA[ilman akbar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=972</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta &#8211; Depok saat ini merupakan kota metropolitan yang terus berkembang. Salah satunya bisa dilihat dari sisi ekonomi. Indikatornya ditunjukkan oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang terus meningkat dari Rp 7.5 triliun (tahun 2006) menjadi Rp 8.9 triliun (tahun 2007), Rp 10,6 triliun (2008), dan Rp 12,5 triliun (2009).Bukan hanya itu, indikator lainnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img class="alignright" style="margin: 0px; border: 0pt none;" src="http://www.detiknews.com/images/content/2010/10/03/727/margo-citydlm.jpg" border="0" alt="" hspace="0" vspace="0" width="285" height="228" /></div>
<div>
<div><script src="http://openx.detik.com/delivery/ag.php" type="text/javascript"></script></div>
</div>
<div><strong>Jakarta</strong> &#8211; 		Depok saat ini merupakan kota metropolitan yang terus berkembang.  Salah satunya bisa dilihat dari sisi ekonomi. Indikatornya ditunjukkan  oleh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang terus meningkat dari Rp  7.5 triliun (tahun 2006) menjadi Rp 8.9 triliun (tahun 2007), Rp 10,6  triliun (2008), dan Rp 12,5 triliun (2009).Bukan hanya itu, indikator lainnya adalah laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), yang pada tahun 2009 mencapai 6,22 persen.</div>
<div></div>
<div>Dari tahun 2006-2010, pembangunan ekonomi dan infrastruktur Kota Depok  sangat luar biasa. Tempat-tempat usaha, baik itu restoran, mal, industri  jasa, maupun usaha-usaha kecil dan menengah (UKM) telah banyak berdiri  di Kota Depok. Selain berkontribusi positif dalam memberikan pendapatan asli daerah,  pertumbuhan ekonomi seperti ini pun telah membuka lapangan pekerjaan.Ternyata, industri jasa dan perdagangan telah memberikan kontribusi paling dominan terhadap LPE dan PDRB.</div>
<div></div>
<div>Artinya, ke depannya, pemerintahan Kota Depok harus memberikan  dukungannya terhadap perkembangan industri jasa dan perdagangan. Tidak  hanya memberi dukungan kepada pengusaha-pengusaha kelas kakap saja,  pemerintah pun harus memberikan dukungan kepada pengusaha UKM, yang  dapat memutar roda ekonomi masyarakat kelas bawah-menengah.</div>
<div></div>
<div>Ada banyak bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada pengusaha.  Pemberian kredit tanpa bunga kepada pengusaha UKM, kemudahan pengurusan  izin usaha, berbagai insentif, adalah  contoh beberapa hal yang  dibutuhkan para pengusaha untuk berkembang dan mewujudkan Depok menjadi  kota jasa dan perdagangan.</div>
<div></div>
<div>Menjadi tugas cukup berat bagi Walikota dan Wakil Walikota terpilih  201–2015 untuk mewujudkan semua harapan dan keinginan masyarakat tentang  Kota Depok. Dia haruslah merupakan orang yang berkompeten dan mengenal  Kota Depok serta memiliki dukungan yang positif terhadap berkembangnya  kewirausahaan masyarakat. Tidak kalah penting, dia harus memiliki akhlak yang baik, serta semangat reformasi birokrasi, penegakan hukum, dan anti korupsi.</div>
<p><strong>M Ilman Akbar</strong> &#8211; detikNews</p>
<div><strong> (ndr/ndr)</strong></div>
<div>===</div>
<div>Artikel yang asli tersedia di <a href="http://www.detiknews.com/read/2010/10/03/221518/1454358/727/depok-menuju-kota-jasa-dan-perdagangan?991103605" target="_blank">detikNews</a><strong><br />
</strong></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2010/10/04/depok-menuju-kota-jasa-dan-perdagangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>IBU, Dia Perempuan Berkalung Surga</title>
		<link>http://deblogger.org/2010/09/29/ibu-dia-perempuan-berkalung-surga/</link>
		<comments>http://deblogger.org/2010/09/29/ibu-dia-perempuan-berkalung-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 18:04:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djoko moernantyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://deblogger.org/?p=897</guid>
		<description><![CDATA[SAYA ‘NYARIS’ tidak percaya dengan pameo ‘Surga di telapak Kaki Ibu’. Kenapa? Buat saya, surga ya surga, Ibu ya ibu. Ketika surga kemudian dianalogikan dengan ibu, saya hanya berpikir, betapa sederhananya seorang ibu. Padahal, kekuatan ibu, kedahsyatan ibu, melebihi surga. Bagaimana tidak? Surga [konon] memang menjanjikan keindahan, kenyamanan, dan keabadian. Lebih kepada hadiah, reward, seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2010/09/ibu1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-963" title="ibu1" src="http://deblogger.org/wp-content/uploads/2010/09/ibu1-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>SAYA ‘NYARIS’ tidak percaya dengan pameo ‘Surga di telapak Kaki Ibu’. Kenapa? Buat saya, surga ya surga, Ibu ya ibu. Ketika surga kemudian dianalogikan dengan ibu, saya hanya berpikir, betapa sederhananya seorang ibu. Padahal, kekuatan ibu, kedahsyatan ibu, melebihi surga. Bagaimana tidak? Surga [konon] memang menjanjikan keindahan, kenyamanan, dan keabadian. Lebih kepada hadiah, <em>reward</em>, seperti neraka untuk hukuman dan <em>punishment</em>. Sementara logika saya, ibu –tanyalah kepada mereka yang disebut ibu—memilih berada di area ketulusan, tanpa pamrih dan berharap apa yang dilakukannya adalah sebuah impian untuk mendapatkan pamrih.</p>
<p>Ya, saya memang memuja ibu. Bukan pujaan membabi-buta dan menempatkan ibu sebagai ‘berhala’ di atas segalanya, bukan seperti itu. Saya memuja ibu karena dalam kondisi apapun, ibu selalu ingin menyenangkan anaknya. Saya memuja ibu, karena dia memilih ‘menderita’ ketimbang anak-anaknya melarat dan terlunta-lunta. Saya jadi agak bingung, ketika ada ibu yang memilih mati dan mengajak anaknya serta, karena merasa tidak sanggup mengentaskan kemiskinan, penyakit, dan kehampaan hidup lainnya. Tapi mengapa harus mengajak anak-anaknya? Dan mengapa harus memilih mati karena tekanan itu?</p>
<p>Saya mencoba mengutip data di Haiti. Patricia Wolff, direktur eksekutif badan kemanusiaan Meds &amp; Food for Kids, menemukan fakta menyedihkan itu dalam lawatannya yang sering ke Haiti. Dikatakan Wolff, kelaparan sangat meluas di Haiti. Begitu banyak anak yang meninggal karena kekurangan gizi. Sebagian ibu di Haiti terpaksa menjatah makanan anak-anak mereka demi menyambung hidup. Namun sebagian ibu lainnya terpaksa membuat pilihan menyakitkan ketika jatah makanan mereka tidak cukup untuk semua. &#8220;Mengerikan. Mereka harus memilih di antara anak-anak mereka,&#8221; tutur Wolff.</p>
<p>Tidak mudah bukan menjadi ibu?</p>
<p>Saya berada di sisi yang mencintai ibu. Buat saya, ibu memang tak tak pernah habisnya mencintai anak-anaknya. Bahkan ketika kita sempet, sudah, atau memang sedang nakal sekalipun. Ibu selalu menjadi jembatan “perdamaian” ketika kita anak-anaknya punya persoalan dengan ayah atau antar anak. Ketika kita bersandar dia akan membelai dengan lembut. Tapi, ibu akan marah besar bila kami merebut jatah makan yang bukan hak kami. Ibuku memberi pelajaran keadilan dengan kasih sayang ketabahan. ibuku mengubah rasa sayur murah jadi sedap.</p>
<p>Ibu adalah hati yang rela menerima. Selalu disakiti oleh anak-anaknya, tapi penuh maaf dan ampun. Kasih sayang ibu adalah kilau sinar kegaiban ilahi yang membangkitkan haru insan. Ibu[ku] memberikan pemahaman bahwa agama bukan sesuatu yang angker. Agama itu nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, katanya. Dan aku tersenyum dalam belaiannya. Tertidur dengan [merasa] aman.</p>
<p>Buat saya, ibu adalah bunga yang setiap saat tumbuh di ladang luka-luka. Dia menjadi kesejukan ketika kita kepanasan dan mulai mengering. Terlebih, ibu membentangkan semua cinta yang ada pada hidupnya dan menyerahkan kepada kita anaknya.  Dan akhirnya, saya setuju, sorga ada di hati ibu. Hingga kita menjadi cinta, yang tak pernah redup.</p>
<p><em>*untuk ibu[ku], mereka yang akan menjadi ibu, dan perempuan yang sudah menjadi ibu. thanks to wiji thukul</em></p>
<p><em>&#8212;</em></p>
<p>Sumber gambar: <a href="http://robbie-alca.blogspot.com" target="_blank">Robbie Alca</a> (added by admin)</p>
<p><em> </em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://deblogger.org/2010/09/29/ibu-dia-perempuan-berkalung-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

